Belakang Padang adalah sebuah kecamatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Sebelum Batam, Belakang Padang digunakan sebagai pusat kecamatan untuk pulau-pulau kecil di sekitar Batam tetapi karena luasnya yang terbatas, Pulau Belakang Padang tidak berkembang sehingga pusat kecamatan di pindahkan ke Pulau Batam.
Penduduk Belakang Padang sangat heterogen dan sebagaian besar merupakan pendatang dari beberapa daerah di sekitar Indonesia. Pulau kecil ini di bagi menjadi beberapa kelurahan yang dihuni oleh beberapa suku seperti suku Jawa yang umumnya bertempat tinggal di kelurahan kampung Jawa, Kelurahan Kampung Tengah yang banyak di tempati oleh suku Melayu dan Padang, kelurahan kampung Tanjung banyak di tempati oleh suku Melayu dan Pasar yang banyak di huni oleh orang Tionghoa. Continue reading
Belakang padang juga mempuyai sekolah, ada sd,smp,sma dan ma . sd ada sd001,sd002,sd003,sd004,sd16 dan juga mi , sedangka kalau smp ada 2 yaitu smp1 dan smp2 .SMA2 terletak dijalan sekanak disana muridnya ada 30lebih + guru 20ansedangan MA terletak di jalan tanjung sari
Tiba di Pulau Belakang Padang pukul 09.54, dan tampak banyak sepeda motor yang parkir berjejer rapih di jembatan yang menghubungkan Pelabuhan Bot Pancung dengan Pulau Belakang Padang.
Transportasi darat di pulau ini ternyata hanya sepeda motor, sepeda dan becak.
Di Pulau ini tidak ada kendaraan roda empat /mobil,kecuali kendaraan milik Pemerintah /Mobil Dinas seperti Mobil Ambulance dan Truk pengangkut sampah.

Setelah tiba di Pulau Belakang Padang kami sarapan pagi dulu di Kedai Botak.Kami pesan Kue Prata dengan sayur Kare dan minum nya Teh Tarik.
Kue Prata dan Teh Tarik di pulau ini terkenal enak.Teh yang digunakan untuk Teh Tarik khusus Teh Naga yang hanya ada dan di jual di Pulau ini dan susu kental manisnya pun khusus.Dan memang Teh tariknya enak,kalau kue prata seperti makan kue cane tetapi lebih asin. Makanan jenis lain juga ada di kedai ini tapi kami tidak sempat mencobanya.
Setelah selesai sarapan kami berangkat untuk menjelajahi pulau Belakang Padang lewat darat dan kami memilih naik becak.Becak ada adalah kendaraan roda tiga yang dikayuh di belakang seperti mengayuh sepeda. Kami pergi ber enam jadi naik becak, satu becak dua orang.Ina dengan Anya, Dini dengan Jiwo dan aku berdua dengan suamiku.
Kami mulai mengelilingi pulau Belakang Padang dengan naik Becak.Kecamatan Belakang Padang terdiri dari banyak kampung, ada Kampung Baru , Kampung Sekanak, Kampung Jawa ,Kampung Melayu dan banyak lagi, Setiap kampung memiliki batas dan ciri khasnya.tersendiri. Bangunan Rumah ada yang dibuat dari kayu , setengah kayu ,rumah dibangun diatas air namun ada juga yang sudah rumah tembok.Bangunan rumah diatas air , terutama yang di bangun dekat pantai.
Bendungan yang airnya setengah kering ,kami turun dari becak untuk melihat Bendungan ini yang tempatnya agak tinggi dari jalan.Di pulau ini banyak jembatan yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, dengan kondisi yang bagus dan nampak kokoh,
Jalan-jalan tertata rapih ,hampir mulus ,hanya di beberapa kampung saja yang kurang bagus, berlubang , tapi secara keseluruhan cukup baik kondisi jalannya.Mungkin karena yang melewati jalan ini hanya sepeda motor, sepeda ,becak dan pejalan kaki , jalanan tidak cepat rusak.Tetapi anak2 banyak yang mengendarai sepeda motor dengan kencang, ngebut tanpa menggunakan helmTiga gadis cantik turun sejenak dari atas Becak untuk berfoto di salah satu jembatan yang yang di bangun di Pulau Belakang Badang , yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya.





